Konferensi Nasional Geopark Indonesia

RANGKUMAN HASIL KONFERENSI NASIONAL I

GEOPARK INDONESIA

JAKARTA, 12 JULI 2018.

 

 

  1. Pembukaan Konferensi Nasional I Geopark Indonesia oleh Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman
  • Pemanfaatan Geopark untuk crowdfunding (Penggalangan Dana)
  • Geopark dilihat sebagai peluang investasi
  • Pengunjung Geopark ditargetkan mencapai 20 juta wisatawan pada tahun depan
  1. Keynote Speech oleh Menteri PPN/Kepala BAPPENAS
    “Strategi Dalam Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Pengembangan Geopark”
  • Geopark dapat dimanfaatkan sebagai peningkatan ekonomi dan pengembangan wilayah
  • Pengembangan Geopark sesuai dengan 8 dari 17 tujuan yang ada pada SDGs
    • Tujuan no. 1: Mengakhiri segala kemiskinan
      • Target 1.5: Pada tahun 2030, membangun ketahanan masyarakat miskin & mereka yang berada dalam kondisi rentan, dan mengurangi kerentanan mereka terhadap kejadian ekstrim terkait iklim dan guncangan ekonomi, sosial, lingkungan, dan bencana.
      • Mengurangi kerentanan masyarakat lokal terhadap peristiwa ekstrim melalui kesadaran risiko dan pelatihan ketahanan aktif
    • Tujuan no. 4: Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua peserta didik
      • Target 4.7: Pada tahun 2030, menjamin semua peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan, termasuk antara lain, melalui Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, HAM, kesetaraan gender, promosi budaya damai dan non-kekerasan, kewarganegaraan gobal dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan kontribusi budaya terhadap pembangunan berkelanjutan.
      • UNESCO Global Geopark adalah ruang kelas dan lab. alam untuk pembangunan berkelanjutan, gaya hidup berkelanjutan, apreasiasi keragaman budaya & promosi perdamaian.
    • Tujuan no. 5: Mencapai kesetaraan gender & memberdayakan perempuan
      • Target 5.5: pastikan partisipasi penuh & efektif perempuan dan kesempatan yang setara untuk kepemimpinan di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan publik.
      • Melalui pengembangan ekonomi lokal yang dikelola kaum perempuan (kuliner, kerajinan lokal, dll.) untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan tata kelola & managemen yang dibangun sendiri.
    • Tujuan no. 8: Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk masyarakat lokal.
      • Target 8.9: Pada tahun 2030 menyusun dan melaksanakan kebijakan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan budaya dan produk lokal.
      • Diimplementasikan dengan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal melalui pariwisata, juga promosi budaya dan produk lokal.
    • Tujuan no. 11: Kota & pemukiman yang berkelanjutan. Menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
      • Target 11.4: Memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dunia dan warisan alam dunia.
      • UNESCO Global Geopark bertujuan untuk memberikan dan menumbuhkan rasa bangga kepada penduduk setempat & memperkuat identifikasi (makna kekayaan alam) yang dimiliki kawasan tersebut sebagai kekayaan hakiki masyarakat setempat.
    • Tujuan no. 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan
      • Target 12.8: Pada tahun 2030, menjamin bahwa masyarakat di mana pun memiliki informasi yang relevan dan kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan & gaya hidup yang selaras dengan alam.
      • Target 12.9: mengembangkan dan menerapkan perangkat untuk memantau dampak pembangunan berkelanjutan terhadap pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan budaya dan produk lokal.
      • UNESCO Global Geopark mendidik & menciptakan kesadaran tentang pembangunan berkelanjutan & gaya hidup dengan mengajarkan komunitas lokal dan pengunjung untuk hidup selaras dengan alam
    • Tujuan no. 13: Penanganan perubahan iklim. Mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim beserta dampaknya.
      • Target 13.3: Meningkatkan Pendidikan, penumbuhan kesadaran, serta kapasitas manusia dan kelembagaan terkait mitiagsi, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini perubahan iklim.
      • Masyarakat setempat & pengunjung diberikan pengetahuan untuk mengurangi dan beradaptasi pada efek perubahan iklim
    • Tujuan no. 14: Mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritime untuk pembangunan yang berkelanjutan.
      • Target 14.2: Pada tahun 2020, secara berkelanjutan mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir untuk menghindari dampak buruk yang signifikan, termasuk dengan memperkuat daya tahannya, dan melakukan aksi restorasi agar dapat mencapai kelautan yang sehat dan produktif.
      • Target 14.7: Pada tahun 2030, meningkatkan keuntungan ekonomi bagi negara berkembang kepulauan kecil & negara kurang berkembang dari penggunaan yang berkelanjutan terhadap sumberdaya kelautan, termasuk melalui manajemen yang berkelanjutan dari perikanan, budidaya pariwisata perairan.
      • UGGp menjadi sarana melindungi laut dari kerusakan serta memanfaatkan peluang di dalamnya sebagai pariwisata bahari.
    • Tujuan 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan. Menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
      • Target 17.6: Meningkatkan kerjasama Utara-Selatan, Selatan-Selatan and kerjasama triangular secara regional dan internasional terkait dan akses terhadap saintek dan inovasi, dan meningkatkan berbagai pengetahuan berdasar kesepakatan timbal balik , termasuk melalui koordinasi yang lebih baik antara mekanisme yang telah ada, khususnya di tingkat PBB dan melalui mekanisme fasilitasi teknologi global
      • Target 17.9
      • Target 17.16
      • Pengelola Kawasan Geopark yang sudah maju dapat membimbing pengelola Kawasan geopark yang baru berkembang melalui berbagai kerjasama secara komprehensif agar dapat mempercepat akselerasi pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.
    • Perguruan tinggi memiliki peranan sebagai peneliti dan juga melakukan pengembangan pembelajaran berbasis Geopark untuk mencapai tujuan SDGs tersebut.
  1. Pernyataan Dukungan “Pengembangan Geopark sebagai Jalan Baru Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan”

    1. Menteri Pariwisata

“Geopark Indonesia sebagai alternatif destinasi wisata dunia”

  • Geopark memiliki kendala di pembiayaan
  • Pada definisi Geopark berdasarkan UNESCO, tidak ada “economic value” sehingga diusulkan untuk dimasukkan aspek ekonomi dalam Geopark.
  • Dari total keseluruhan Produk Pariwisata, Geopark termasuk ke dalam Pariwisata Alam (Pariwisata Alam: 35% dari keseluruhan Produk Pariwisata). Secara keseluruhan, Geopark ditargetkan pada tahun 2019 memiliki persentase 5% terhadap total.
  • Geopark ® Nomadic Tourism.
    • Membangun penginapan yang fleksibel, seperti egghouse atau container hotel.
  1. Mentri ESDM (diwakili Kepala Badan Geologi)

“Peran Kementrian ESDM dalam Penyiapan Warisan Geologi”

  • Bertugas melindungi dan melestarikan Geopark

    2. Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

“Dukungan Kawasan Konservasi dalam Pengembangan Geopark”

  • Terdapat beberapa Taman Nasional dan Taman Wisata di Indonesia yang termasuk ke dalam lingkungan Geopark.3. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan

“Pengembangan Warisan Geologi menjadi UNESCO Global Geopark”

  • Strategi kebudayaan ® dengan pemeliharaan
  • Dilakukannya forum koordinasi & diskusi
  1. Diskusi: Warisan Geologi Sebagai Modal Dasar Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan
    1. Deputi Kemaritiman & Sumber Daya Alam, BAPPENAS

“Kebijakan Pengembangan Geopark Indonesia”

  • Meningkatkan nilai tambah Geopark tanpa merusaknya
  • Tantangan, seperti siapa pemilik/pengampu Geopark sebagai leading sector
  • Belum jelasnya payung hukum & master plan dalam pengembangan Geopark di Indonesia.2. Kepala Badan Geologi, KESDM.

“Potensi Warisan Geologi sebagai Komponen Utama Pengembangan Geopark”

         3. Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim

“Kebijakan Pengembangan Geopark Indonesia”

  • Sistem “hulu-hilir”, di mana situs Geologi yang menjadi potensi untuk Geopark di bagian hulu dan pengembangan Geopark oleh KEMENKOMARITIM di bagian hilir dengan melibatkan masyarakat.
  • Turut melibatkan berbagai sektor ada di dalam Kawasan Geopark, seperti sector perkebunan, sector industry UMKM, sector Pendidikan, dan lainnya.
    1. Dirjen Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem

“Dukungan Kawasan Konservasi dalam Penerapan Konsep Geopark”

  • Pengelolaan ® mengedepankan masyarakat adat dalam pengembangan Geopark
  • Masyarakat juga ikut dilibatkan sebagai pengelola dan perawat Geopark
  1. Diskusi: Peran Pemerintah Daerah dan Swasta dalam Peningkatan Standar Geopark 

    1. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

“Peluang Investasi dalam Mendorong Pengembangan Geopark”

          2. Kepala Badan Ekonomi Kreatif

“Menumbuhkan Ekonomi Kreatif dalam Kawasan Geopark”

  • Identifikasi positioning
  • Pentingnya branding Geopark dan implementasi dari branding
  • Branding oleh professional ekonomi kreatif sesuai bidangnya
    • Periklanan (melibatkan ahli desain grafis, desain produk, desain fashion, dll.)
    • Melibatkan komiditas untuk meningkatkan produk ekonomi kreatif (EKRAF)
  • Peran EKRAF
    • Pengembangan identitas Geopark
    • Edukasi komoditi untuk menciptakan konten

      3. Deputi Bidang Destinasi Pariwisata, Kementrian Pariwisata

“Pengembangan Pariwisata dalam Kawasan Geopark”

                   4. Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko

“Penganggaran dalam Menunjang Konsep Pengembangan Geopark”

  1. Ramah Tamah sekaligus Laporan Perkembangan UNESCO Global Geopark (UGGp)
  • International Geoscience & Geoparks Programme
    • Meningkatkan bahan komunikasi untuk promosi Geopark (raising communication material) melalui pembagian flyer dalam bahasa lokal, yang dapat dimengerti masyarakat luas.
  1. Gubernur Provinsi NTB

“Perkembangan dan Persiapan tuan rumah Konferensi Asia Pacific Geopark Network 2019 di Rinjani UGGp”

  • NTB menyatakan siap menjadi tuan rumah apapun kondisinya
  • Timeline persiapan menjadi tuan rumah sudah berjalan mulai dari tahun ini
    • Dari persiapan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat
  • Rangkaian acara konferensi mulai dari fieldtrip, hingga symposium.
    1. Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara

“Persiapan Geopark Nasional Kaldera Toba menyambut penilaian asesor UNESCO”

  • Geopark Toba melibatkan seluruh elemen masyarakat dan melakukan kegiatan-kegiatan seperti pembelajaran yang ditujukan untuk pelajar
  • Pengunjung diwajibkan menggunakan kain khas Batak saat memasuki Kawasan Taman Nasional di Geopark Toba, sebagai bentuk penghormatan kepada budaya masyarakat sekitar.2. Bupati Kabupaten Gunung Kidul

“Perkembangan Gunung Sewu UGGp”

  • Pertama kali mengajukan untuk menjadi UGGp pada tahun 2009, namun ditolak.
  • Pemberian nama UGGp “Gunung Sewu” didasarkan adanya situs Geologi berupa bukit-bukit yang berjumlah banyak di kawasan tersebut.
  • Penandatanganan UGGp Gunung Sewu yang berada di 3 provinsi dan 3 kabupaten diwakili oleh 3 Gubernur dan 3 Bupati.3. Bupati Kabupaten Bangli

“Perkembangan Batur UGGp”

  • Akan dibangun sebuah menara yang menjadi fasilitas untuk melihat pemandangan UGGp Batur.
  • Peremajaan fasilitas agar dapat menarik wisatawan demi tercapainya target di tahun 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *